Menuju Rekayasa Genetika Manusia yang Bertanggung Jawab
Toward Responsible Human Genome Editing (Menuju Rekayasa Genetika Manusia yang Bertanggung Jawab)
Hynes RO, Coller BS, Porteus M. Toward Responsible Human Genome Editing. JAMA. 2017
Kemajuan rekayasa genetik telah menjadi hal yang menarik karena mampu menjanjikan kemajuan kesehatan manusia. Perkembangan sistem rekayasa genetik RNA-guided CRISPR-Cas9 telah menunjukkan peningkatan yang luar biasa dalam riset karena sistem ini lebih efisien, lebih murah, dan lebih mudah digunakan dibandingkan dengan teknologi protein-guided sebelumnya, seperti zinc finger nucleases dan TALENs.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan memunculkan pertanyaan penting tentang rekayasa genetika manusia, seperti bagaimana menyeimbangkan keuntungan potensial dan risiko kerusakan yang tidak disengaja, bagaimana mengatur penggunaan rekayasa gen dan menggabungkan nilai-nilai sosial dalam pengambilan keputusan, dan bagaimana menghormati perbedaan perspektif individual, negara, dan budaya yang akan mempengaruhi bagaimana menggunakan teknologi-teknologi ini. Sebuah laporan baru dari US National Academies of Science and Medicine mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut dan membuat rekomendasi untuk aplikasi dan pemantauan rekayasa genetika manusia pada 3 kondisi mayor: (1) riset laboratorium dasar; (2) aplikasi klinis pada sel somatik (yang efeknya akan dibatasi untuk individu tertentu); dan (3) aplikasi klinis potensial di masa depan dalam sel germline (yang mana perubahan genetik ini akan diwariskan pada generasi mendatang).
Riset Dasar
Riset dasar menggunakan rekayasa genetika memperluas pemahaman tentang fungsi gen, perkembangan awal manusia, stem sel, biologi reproduksi, hubungan antara gen dan penyakit, dan progresivitas kanker dan penyakit lain dengan komponen genetik yang kuat. Riset dasar pada rekayasa genetika dilakukan di bawah norma etik dan bingkai kerja teregulasi yang melibatkan komite pengawas lokal dan nasional untuk memastikan keamanan laboratorium dan untuk melindungi kepentingan orang-orang yang mendonorkan jaringan dan sel demi kepentingan riset. Komite ini menyimpulkan bahwa riset dasar melibatkan sel somatik dan sel germline merupakan hal yang esensial untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan kedokteran serta merekomendasikan bahwa riset ini harus dilanjutkan di bawah struktur regulasi yang ada.
Rekayasa Sel Somatik untuk Pengobatan dan Pencegahan Penyakit dan Kecacatan
Terdapat kemajuan yang bisa dipertimbangkan pada aplikasi klinis terapi gen untuk penyembuhan penyakit, tetapi teknologi rekayasa genetik memiliki kemajuan yang jauh lebih pesat lagi. Sebagai contoh, percobaan klinis ...
Referensi:
- Doudna JA, Charpentier E. Genome editing: the new frontier of genome engineering with CRISPR-Cas9. Science. 2014;346(6213):1258096.
- National Academy of Sciences and National Academy of Medicine. Human Genome Editing: Science, Ethics, and Governance. Washington, DC: National Academies Press; 2017.
- Naldini L. Gene therapy returns to centre stage. Nature. 2015;526(7573):351-360.
- clinicaltrials.gov. https://clinicaltrials.gov/ct2/results?term=CRISPR&Search=Search. Accessed April 4, 2017.
- clinicaltrials.gov. Ascending dose study of genome editing by zinc finger nuclease therapeutic SB-FIX in subjects with severe hemophilia B. https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT02695160?term=hemophilia+B+editing&rank=1. Accessed April 4, 2017.
- Consolidated Appropriations Act of 2016, Pub L 114-113 (2015).
Artikel dari: http://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2618432
Comments
Post a Comment